Mengapa Mendongeng Penting untuk Kecerdasan Emosional & Karakter Anak? Ini Pesan dari Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026
- Lutfi/ VIVA Parenting
Parenting – Moms, seringkah kita membacakan dongeng atau bercerita kepada Si Kecil sebelum tidur? Ternyata, kebiasaan sederhana ini memiliki dampak yang luar biasa bagi perkembangan buah hati kita.
Dalam acara Puncak Apresiasi Karya Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan RI, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menekankan bahwa storytelling atau mendongeng tentang cerita-cerita rakyat untuk anak, adalah aspek krusial dalam pembentukan karakter anak. Jika makanan bergizi sangat penting untuk kecerdasan intelektual (IQ), maka dongeng dan cerita rakyat justru menjadi kunci utama bagi kecerdasan emosional (EQ) serta kecerdasan spiritual anak.
"Cerita-cerita rakyat itu pasti menyimpan banyak nilai-nilai yang membawa keteladanan, mentransfer berbagai nilai-nilai yang baik kepada anak-anak kita, remaja-remaja kita, dan tentu dengan begitu menghidupkan kesadaran budaya, membentuk jatidiri, identitas, sekaligus membangun karakter. Dan cerita ini sebagaimana tadi saya kutip juga, storytelling itu sangat penting bagi otak dan ini scientific, karena aspek makanan itu penning sekali untuk IQ , tapi storrytelling atas dongeng, cerita, itu penning untuk emosional intelegent kita, spiritual intelegent kita dan juga itulah yang membentuk karakter dan otak anak, termasuk imajinasi," ujar Fadli Zon di acara Puncak Apresiasi Karya Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026, di Kementrian Kebudayaan RI, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026.
Membangun Karakter Melalui Imajinasi
Dikatakan pula oleh Fadli, Albert Einstein pernah mengatakan bahwa imajinasi lebih penting daripada pengetahuan. Prinsip inilah yang ingin digaungkan melalui gerakan literasi budaya kita. Dengan membiasakan anak mendengarkan cerita sejak bayi, kita sebenarnya sedang menanamkan benih nilai-nilai keteladanan yang akan membentuk jati diri mereka kelak.
"Kalau kata Einstein itu, imajinasi lebih penting daripada pengetahuan. Jadi kita perlu membangun imajinasi anak-anak kita."
Melalui cerita rakyat yang kaya akan pesan moral, anak-anak diajak untuk mengenal nilai-nilai kebaikan seperti, bersikap sopan santun dan jujur. Memiliki rasa malu untuk melakukan hal yang tidak baik, seperti membuang sampah sembarangan. Menghindari sikap tidak jujur atau berbohong.
"Dengan menanamkan hal-hal kecil ini sejak dini, kita sedang berupaya melahirkan generasi yang utuh dan tangguh saat mereka dewasa nanti," tutur Fadli