Anak-anak Jadi Sasaran Utama Industri UPF, Pakar Ingatkan Risiko Obesitas dan Gangguan Tumbuh Kembang

Ilustrasi Mie & Sosis Makanan UPF
Sumber :
  • Magnific.com

Parenting – Kemudahan mendapatkan camilan kemasan, minuman manis, hingga makanan siap saji membuat banyak orang tua tak sadar bahwa anak-anak kini semakin sering terpapar makanan ultra proses atau ultra processed food (UPF). Padahal, para ahli mengingatkan bahwa konsumsi UPF berlebihan dapat berdampak pada kesehatan dan tumbuh kembang anak dalam jangka panjang.

Anak Demam Jangan Asal Kasih Obat! Ini 5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Tua

Temuan terbaru bahkan menunjukkan bahwa industri makanan ultra proses tengah melakukan ekspansi besar-besaran ke negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat Mom and Dads perlu lebih waspada, karena anak-anak menjadi salah satu target utama pemasaran produk-produk tersebut.

Industri UPF Gencar Menyasar Negara Berkembang

Banyak yang Keliru! Stunting Bukan Sekadar Anak Pendek, Ini Tanda Awalnya Menurut Dokter

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Obesity Reviews, memantau konsumsi makanan di 93 negara selama 15 tahun menemukan bahwa penjualan makanan ultra proses terus meningkat di negara berkembang. Sebaliknya, di negara-negara berpendapatan tinggi, konsumsi UPF mulai melambat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan berbasis makanan utuh (real food).

Menurut para peneliti, rata-rata konsumsi UPF di negara maju mencapai sekitar 200 kilogram per orang per tahun. Namun, pertumbuhan pasar mulai stagnan. Sementara itu, negara berkembang justru menjadi lahan baru bagi industri makanan ultra proses dengan angka konsumsi yang masih terus meningkat.

Nikita Willy Pilih Outfit Nyaman untuk Issa, Dukung Si Kecil Aktif Bermain dan Bereksplorasi

Anak-anak Menjadi Target Utama

Pakar gizi dari World Health Organization (WHO) mengingatkan bahwa paparan makanan ultra proses sejak usia dini dapat memengaruhi pola makan anak hingga dewasa. Produk-produk ini umumnya tinggi gula, garam, lemak jenuh, serta rendah serat dan zat gizi penting.

"Anak-anak yang terbiasa mengonsumsi makanan dengan rasa sangat manis, asin, atau gurih buatan cenderung lebih sulit menerima makanan alami seperti sayur, buah, dan sumber protein segar," demikian peringatan para ahli gizi.

Dampaknya Bisa Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Menurut pakar dari UNICEF dan WHO, konsumsi makanan ultra proses yang berlebihan pada anak berisiko menyebabkan berbagai masalah kesehatan, antara lain:

  • Meningkatkan risiko obesitas dan penyakit metabolik di kemudian hari.
  • Mengurangi keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan karena maraknya promosi susu formula dan produk pengganti ASI.
  • Menghambat pemenuhan vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan untuk perkembangan otak pada masa emas pertumbuhan.
  • Membuat sistem kekebalan tubuh kurang optimal sehingga anak lebih mudah sakit.
  • Membentuk preferensi terhadap rasa buatan sejak dini sehingga anak semakin sulit menerima makanan alami atau real food.
Halaman Selanjutnya
img_title