Jangan Biarkan Permainan Tradisional Hilang, Pakar Sebut Manfaatnya Luar Biasa untuk Anak

Ilustrasi Anak Main Petak Umpet
Sumber :
  • Magnific.com

Parenting – Di tengah maraknya gadget dan permainan digital, permainan tradisional mulai semakin jarang dimainkan anak-anak. Padahal, permainan sederhana seperti petak umpet, bentengan, gobak sodor, hingga engklek ternyata menyimpan manfaat besar bagi perkembangan otak si kecil lho, Moms.

Anak Demam Jangan Asal Kasih Obat! Ini 5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Tua

Tak hanya membuat anak lebih aktif bergerak, sejumlah penelitian mengungkap bahwa permainan tradisional mampu melatih kemampuan berpikir, mengendalikan emosi, hingga memecahkan masalah. Bahkan, manfaatnya disebut sebanding dengan berbagai latihan kognitif modern yang kini banyak diperkenalkan kepada anak.

Permainan Tradisional Melatih Fungsi Eksekutif Otak

Banyak yang Keliru! Stunting Bukan Sekadar Anak Pendek, Ini Tanda Awalnya Menurut Dokter

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Experimental Child Psychology, permainan yang melibatkan aturan, strategi, dan interaksi sosial dapat meningkatkan executive function atau fungsi eksekutif pada anak.

Executive function merupakan sekumpulan kemampuan mental yang dikendalikan oleh bagian prefrontal cortex, yaitu area otak yang berperan dalam pengambilan keputusan, mengontrol emosi, perhatian, memori kerja, hingga kemampuan menyelesaikan masalah.

Nikita Willy Pilih Outfit Nyaman untuk Issa, Dukung Si Kecil Aktif Bermain dan Bereksplorasi

Pakar perkembangan anak dari Center on the Developing Child at Harvard University menjelaskan bahwa fungsi eksekutif merupakan fondasi penting bagi keberhasilan anak di sekolah maupun kehidupan sehari-hari. Kemampuan ini berkembang paling baik melalui aktivitas bermain yang melibatkan interaksi langsung, gerak tubuh, dan tantangan yang sesuai usia.

Petak Umpet Mengajarkan Anak Mengendalikan Diri

Salah satu permainan yang memiliki manfaat besar adalah permainan petak umpet. Sekilas permainan ini terlihat sederhana. Namun menurut para ahli, ketika anak bersembunyi, ia sedang melatih kemampuan inhibisi kognitif (cognitive inhibition), yaitu kemampuan menahan dorongan spontan.

Saat bersembunyi, anak harus berusaha tidak berbicara, tidak tertawa, tidak bergerak meski merasa ingin keluar dari tempat persembunyian. Ia juga belajar bersabar menunggu waktu yang tepat agar tidak tertangkap.

Kemampuan mengendalikan impuls seperti ini sangat penting untuk mendukung konsentrasi, disiplin, dan kemampuan belajar anak di kemudian hari.

Permainan Bentengan Melatih Strategi dan Regulasi Emosi

Permainan bentengan juga menyimpan manfaat yang tidak kalah besar. Dalam permainan ini, anak dituntut untuk terus mengambil keputusan dengan cepat. Mereka harus menentukan kapan waktu terbaik menyerang lawan, kapan harus bertahan menjaga benteng, kapan harus berlari, hingga kapan membantu teman satu tim.

Halaman Selanjutnya
img_title