Moms, Jangan Anggap Sepele Jam Tidur Anak! Ini yang Terjadi pada Otaknya Saat Tidur

Ilustrasi Anak Tidur
Sumber :
  • Freepik.com

Parenting – Banyak orang tua fokus memberikan makanan bergizi, susu, atau les tambahan agar kecerdasan anak berkembang optimal. Namun, ada satu kebiasaan sederhana yang sering terlewat dan sangat penting, yaitu memastikan si kecil mendapatkan tidur yang cukup setiap malam.

Anak Demam Jangan Asal Kasih Obat! Ini 5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Tua

Padahal, para pakar menegaskan bahwa tidur bukan sekadar waktu untuk beristirahat. Saat anak terlelap, otak justru bekerja melakukan berbagai proses penting yang berkaitan dengan kemampuan belajar, daya ingat, pengendalian emosi, hingga perkembangan kecerdasan.

Meski tidak dapat dikatakan bahwa kurang tidur secara langsung "menurunkan IQ" dalam arti permanen, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat menurunkan performa pada tes kecerdasan, perhatian, memori, dan fungsi kognitif, sehingga kemampuan berpikir anak tidak bekerja secara optimal.

Moms, Jangan Lewatkan Golden Hour! Satu Jam Pertama Setelah Melahirkan Bisa Berdampak Besar bagi Ibu dan Bayi

Otak Anak Berkembang Pesat Saat Tidur

Menurut pakar dari American Academy of Sleep Medicine (AASM), tidur merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembang anak. Selama tidur, otak membentuk dan memperkuat jaringan saraf yang berperan dalam proses belajar.

Banyak yang Keliru! Stunting Bukan Sekadar Anak Pendek, Ini Tanda Awalnya Menurut Dokter

Hal ini dikenal sebagai neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk membangun serta memperkuat hubungan antarsel saraf (sinaps). Semakin baik kualitas tidur anak, semakin optimal pula proses pembentukan koneksi otak tersebut.

"Anak belajar sepanjang hari, tetapi otaknya menyusun dan memperkuat pembelajaran itu saat tidur," demikian penjelasan para ahli.

Tidur Membantu "Membersihkan" Otak

Saat tidur nyenyak, otak juga mengaktifkan glymphatic system, yaitu sistem pembersihan alami yang berfungsi membuang sisa metabolisme dan zat-zat yang tidak diperlukan lagi oleh otak. Menurut penelitian dari National Institutes of Health (NIH), sistem ini bekerja jauh lebih aktif ketika seseorang sedang tidur dibandingkan saat terjaga.

Jika anak sering kurang tidur, proses pembersihan tersebut menjadi kurang optimal. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan otak dan fungsi kognitif.

Mengubah Ingatan Jangka Pendek Menjadi Ingatan Jangka Panjang

Moms mungkin sering melihat anak belajar di sekolah pada pagi atau siang hari. Namun, proses belajar ternyata belum selesai saat pelajaran berakhir. Menurut para ahli saraf, ketika tidur, otak menjalani proses konsolidasi memori, yaitu mengubah informasi yang baru dipelajari menjadi memori jangka panjang.

Halaman Selanjutnya
img_title