Moms, Suka Semprot Parfum di Leher? Hati-Hati Paparan Bahan Kimia dalam Jangka Panjang
- Magnific.com
Parenting – Menyemprotkan parfum di area leher mungkin sudah menjadi kebiasaan banyak Moms. Selain karena dianggap lebih praktis, area ini juga dipercaya mampu membuat aroma parfum bertahan lebih lama. Namun, tahukah Moms bahwa beberapa pakar menyarankan untuk lebih berhati-hati dengan kebiasaan tersebut?
Pasalnya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa bahan kimia tertentu yang terkandung dalam produk pewangi dapat memberikan dampak terhadap kesehatan jika terpapar dalam jangka panjang dan dalam jumlah tertentu. Meski demikian, risiko ini dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari jenis bahan yang digunakan, kadar paparan, hingga kondisi masing-masing individu.
Kandungan Kimia dalam Parfum Jadi Sorotan Peneliti
Menurut para peneliti dari National Institute of Environmental Health Sciences (NIEHS), beberapa produk pewangi dapat mengandung phthalates (ftalat) dan senyawa organic volatile compounds (VOCs). Kedua zat tersebut diketahui dapat terhirup atau terserap melalui kulit.
Ftalat sendiri termasuk kelompok bahan kimia yang telah banyak diteliti karena diduga memiliki sifat endocrine disruptor atau dapat mengganggu sistem hormon tubuh. Sementara VOC tertentu juga dikaitkan dengan iritasi saluran pernapasan, sakit kepala, dan memicu gejala pada individu yang sensitif.
Area Leher Memiliki Kulit yang Sensitif
Dokter spesialis kulit menjelaskan bahwa kulit di area leher cenderung lebih tipis dan sensitif dibanding beberapa bagian tubuh lainnya. Selain itu, paparan sinar matahari pada leher yang terkena parfum juga dapat meningkatkan risiko iritasi atau munculnya perubahan warna kulit pada sebagian orang.
Menurut American Academy of Dermatology, penggunaan parfum sebaiknya tidak dilakukan pada area kulit yang sedang mengalami iritasi atau langsung terpapar sinar matahari berlebihan.
Benarkah Bisa Memicu Kanker?
Sejumlah studi memang meneliti hubungan antara paparan jangka panjang terhadap beberapa bahan kimia tertentu dengan peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan hormonal dan beberapa jenis kanker. Namun, hingga saat ini para ahli menegaskan bahwa belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa menyemprotkan parfum di leher secara langsung menyebabkan kanker.
Karena itu, penting untuk memahami bahwa risiko kesehatan lebih berkaitan dengan paparan bahan kimia secara keseluruhan, frekuensi penggunaan, serta kandungan produk yang digunakan.