Anak Tantrum di Tempat Ramai? Bisa Jadi Overstimulasi, Ini Penjelasannya
- freepik.com
Parenting – Moms, saat si kecil tiba-tiba tantrum di tempat ramai atau setelah seharian beraktivitas, jangan buru-buru memberi label “nakal” ya. Bisa jadi, otaknya sedang kewalahan menerima terlalu banyak rangsangan. Kondisi ini dikenal sebagai overstimulasi, dan cukup sering terjadi pada anak usia dini.
Overstimulasi terjadi ketika otak anak menerima terlalu banyak input sekaligus, baik dari suara, cahaya, aktivitas, maupun interaksi sosial. Berbeda dengan orang dewasa, kemampuan anak dalam mengatur emosi dan menyaring rangsangan masih berkembang. Akibatnya, ketika “kapasitas” mereka penuh, respons yang muncul bisa berupa tantrum, rewel, hingga perilaku sulit dikendalikan.
Menurut psikolog anak, kondisi ini adalah bentuk komunikasi. Anak sebenarnya sedang “berteriak” bahwa dirinya butuh jeda, bukan sedang mencari perhatian atau melawan.
Apa Saja Penyebab Anak Mengalami Overstimulasi?
Beberapa situasi sehari-hari yang tanpa disadari bisa memicu overstimulasi pada anak antara lain:
- Lingkungan dengan suara bising yang terus-menerus
- Cahaya terlalu terang, seperti di mal atau tempat hiburan
- Berada di tengah keramaian dalam waktu lama
- Penggunaan gadget berlebihan tanpa jeda
- Aktivitas padat seharian tanpa waktu istirahat
- Lingkungan yang terlalu ramai atau crowded
Kombinasi dari beberapa faktor ini bisa membuat otak anak bekerja ekstra keras hingga akhirnya “kelelahan”.
Kenali Tanda Anak Sedang Overstimulasi
Moms, penting untuk mengenali sinyal sejak awal agar bisa segera mengambil tindakan agar si kecil tidak tantrum tiba-tiba di tempat umum hal ini juga menghindari kondisi Moms juga bisa ikut badmood. Berikut beberapa tanda umum anak mengalami overstimulasi:
- Tiba-tiba menjadi rewel tanpa sebab jelas
- Mudah marah atau tersinggung
- Menutup telinga atau menghindari suara
- Melempar barang
- Menangis tanpa alasan yang pasti
- Sulit ditenangkan meski sudah dipeluk
- Menjadi sangat clingy (menempel terus pada orang tua)
- Atau sebaliknya, justru menjauh dan menarik diri
Setiap anak bisa menunjukkan reaksi yang berbeda, namun pola ini biasanya muncul saat mereka merasa kewalahan.
Cara Mengatasi Anak Overstimulasi Menurut Pakar
Psikolog perkembangan anak seperti Dr. Laura Markham (Clinical Psychologist, Aha! Parenting) dan Dr. Daniel J. Siegel (Professor of Psychiatry, UCLA) menekankan bahwa kunci utama menghadapi anak overstimulasi adalah regulasi emosi dari orang tua terlebih dahulu.