Moms, Jangan Cuma Bilang "Jangan"! Ini Cara agar Balita Benar-Benar Paham Larangan
- Magnific.com
Parenting – Mengucapkan kata larangan "tidak" atau "jangan" mungkin menjadi respons spontan yang sering keluar dari mulut orang tua saat si kecil mulai aktif mengeksplorasi lingkungan sekitar. Namun, ternyata hanya melarang tanpa penjelasan tidak selalu efektif membuat balita memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Menurut para pakar perkembangan anak, balita masih berada dalam tahap belajar memahami sebab-akibat. Karena itu, Mom and Dads perlu mengajarkan batasan dengan cara yang tepat agar anak tidak hanya mendengar kata "tidak", tetapi juga mengerti alasan di balik larangan tersebut.
Mulailah dengan Suara Tenang dan Tegas
Menurut dokter anak dan pakar perkembangan dari American Academy of Pediatrics (AAP), orang tua sebaiknya menyampaikan larangan dengan nada suara yang tenang, singkat, dan konsisten.
Hindari berteriak atau memberikan respons yang membuat anak terkejut, karena hal tersebut justru bisa membuat si kecil merasa takut tanpa memahami pesan yang ingin disampaikan. Misalnya ketika anak hendak menyentuh stop kontak, Moms bisa berkata, "Tidak ya nak, itu berbahaya."
Beri Kesempatan Anak Merespons
Setelah mengatakan "tidak", beri waktu beberapa detik agar anak memproses informasi yang diterimanya. Menurut para ahli perkembangan anak, balita membutuhkan waktu untuk memahami instruksi sederhana.
Selanjutnya, arahkan tangan atau tubuh anak dengan lembut menjauh dari benda yang berbahaya sambil memberikan penjelasan singkat yang mudah dipahami sesuai usianya.
"Jangan pegang kompor ya, panas dan bisa membuat tangan sakit."
Anak Akan Menguji Konsistensi Orang Tua
Pakar dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa balita secara alami akan mengulang perilaku tertentu untuk melihat apakah respons orang tua tetap sama. Inilah alasan mengapa konsistensi sangat penting dalam pengasuhan. Jika hari ini sesuatu dilarang tetapi besok diperbolehkan, anak akan bingung dalam memahami batasan.
Karena itu, Mom and Dads dianjurkan memberikan respons yang sama setiap kali anak melakukan perilaku yang tidak diperbolehkan. Konsistensi membantu anak belajar mana yang aman, mana yang berbahaya, serta mana yang dapat diterima dalam lingkungan sekitarnya.