Anak Susah Fokus? Coba 7 Aktivitas Seru Ini yang Diam-Diam Latih Otaknya

Ilustrasi bermain bersama anak
Sumber :
  • freepik.com

Parenting – Moms dan Dads mungkin sering khawatir ketika si kecil mudah terdistraksi, sulit berkonsentrasi, atau cepat bosan saat belajar. Padahal, kemampuan fokus pada anak bukan sesuatu yang muncul begitu saja, melainkan keterampilan yang dapat dilatih sejak dini.

Anak Demam Jangan Asal Kasih Obat! Ini 5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Tua

Kabar baiknya, latihan untuk meningkatkan konsentrasi tidak harus dilakukan dengan cara yang membosankan. Menurut para pakar perkembangan anak, aktivitas yang dikemas seperti permainan justru lebih efektif karena membuat anak merasa senang dan tidak tertekan.

Bahkan, penelitian yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) menunjukkan bahwa latihan yang melibatkan perhatian, memori kerja, dan kontrol diri dapat meningkatkan kemampuan fokus dan fungsi eksekutif anak secara signifikan. Organisasi nirlaba perkembangan anak Center on the Developing Child at Harvard University juga menjelaskan bahwa kemampuan fokus layaknya otot yang perlu dilatih secara rutin agar semakin kuat.

Banyak yang Keliru! Stunting Bukan Sekadar Anak Pendek, Ini Tanda Awalnya Menurut Dokter

Berikut tujuh aktivitas sederhana yang dapat membantu melatih perhatian, memori kerja, kemampuan mendengar, serta kontrol diri anak.

1. Menatap Satu Titik Selama 30 Detik

Nikita Willy Pilih Outfit Nyaman untuk Issa, Dukung Si Kecil Aktif Bermain dan Bereksplorasi

Moms bisa mengajak si kecil untuk fokus pada satu benda, seperti gambar di dinding atau mainan favoritnya, selama sekitar 30 detik. Aktivitas sederhana ini membantu melatih kemampuan mempertahankan perhatian (sustained attention).

2. Mendengarkan Suara di Sekitar dengan Mata Tertutup

Minta anak menutup mata, lalu ajak ia mendengarkan suara-suara di sekitarnya, seperti suara kipas angin, burung, kendaraan, atau jam dinding.

Menurut pakar dari American Academy of Pediatrics (AAP), permainan sensorik seperti ini dapat membantu meningkatkan kemampuan mendengar dan konsentrasi anak.

3. Menceritakan Aktivitas Secara Mundur

Cobalah meminta anak menceritakan kembali kegiatan yang dilakukan dari saat ini hingga ketika baru bangun tidur pagi tadi.

Misalnya, "Tadi habis makan siang, sebelum itu mandi, sebelum mandi main, sebelum main sarapan." Permainan ini melatih memori kerja (working memory) yang berperan penting dalam kemampuan belajar dan memecahkan masalah.

4. Berdiri dengan Satu Kaki

Meski terlihat sederhana, menjaga keseimbangan dengan berdiri menggunakan satu kaki selama beberapa detik ternyata melibatkan koordinasi tubuh, perhatian, dan kontrol diri. Menurut para ahli perkembangan motorik, aktivitas fisik dan keseimbangan memiliki hubungan erat dengan perkembangan fungsi eksekutif pada anak.

Halaman Selanjutnya
img_title