Anak Demam Jangan Asal Kasih Obat! Ini 5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Tua

Ilustrasi Anak Demam
Sumber :
  • Magnific.com

ParentingDemam pada anak sering membuat orang tua cemas. Tidak sedikit Moms dan Dads yang langsung buru-buru memberikan obat atau terus-menerus mengecek suhu tubuh si kecil. Padahal, menurut dokter anak, yang paling penting bukan hanya angka yang muncul di termometer, tetapi bagaimana kondisi anak secara keseluruhan.

Banyak yang Keliru! Stunting Bukan Sekadar Anak Pendek, Ini Tanda Awalnya Menurut Dokter

Demam sebenarnya merupakan respons alami tubuh ketika sedang melawan infeksi. Karena itu, orang tua perlu mengetahui cara penanganan yang tepat agar kondisi anak tidak semakin memburuk.

Berikut lima kesalahan yang masih sering dilakukan saat anak mengalami demam.

Nikita Willy Pilih Outfit Nyaman untuk Issa, Dukung Si Kecil Aktif Bermain dan Bereksplorasi

1. Terlalu Fokus pada Angka di Termometer

Banyak orang tua langsung panik ketika melihat suhu tubuh anak mencapai 38 derajat Celsius atau lebih. Sebaliknya, mereka merasa tenang saat angka di termometer mulai turun. Padahal, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia dan American Academy of Pediatrics (AAP), kondisi anak jauh lebih penting dibanding angka suhu tubuh.

Moms, Jangan Anggap Sepele Jam Tidur Anak! Ini yang Terjadi pada Otaknya Saat Tidur

Anak yang masih mau minum, bermain meski lebih tenang, serta tetap responsif umumnya tidak memerlukan penanganan darurat hanya karena angka demamnya tinggi. Sebaliknya, anak dengan demam yang tampak lemas, sulit dibangunkan, atau mengalami gangguan napas perlu segera diperiksa, meski suhu tubuhnya tidak terlalu tinggi.

2. Langsung Memberikan Obat Penurun Demam

Kesalahan berikutnya adalah memberikan obat setiap kali anak demam. Menurut dokter spesialis anak, obat penurun panas bukan diberikan untuk menghilangkan angka demam, melainkan untuk membuat anak merasa lebih nyaman.

Jika anak masih aktif, mau makan dan minum, serta tidak tampak kesakitan, pemberian obat belum tentu diperlukan. Sebaliknya, bila anak terlihat rewel, tidak nyaman, atau sulit beristirahat, obat penurun panas dapat diberikan sesuai dosis yang dianjurkan dokter atau berdasarkan berat badan anak.

3. Menyelimuti Anak dengan Selimut Tebal

Saat anak demam, sebagian orang tua justru memakaikan baju berlapis atau menyelimuti tubuhnya dengan selimut tebal karena takut anak kedinginan. Padahal, cara ini justru dapat menghambat pelepasan panas tubuh sehingga suhu tubuh anak bisa semakin meningkat.

AAP menyarankan agar anak mengenakan pakaian yang tipis, nyaman, dan mudah menyerap keringat. Suhu ruangan juga sebaiknya dibuat tetap sejuk dan nyaman, bukan terlalu dingin maupun terlalu panas.

Halaman Selanjutnya
img_title