Istri Happy, Baby Happy: 5 Hal yang Harus Suami Lakukan Saat Masa Menyusui
- Freepik.com
Parenting – Masa menyusui adalah periode penting sekaligus penuh tantangan bagi seorang ibu. Tidak hanya tubuh yang bekerja ekstra untuk memproduksi ASI, tetapi juga emosinya sering naik-turun karena kelelahan, kurang tidur, hingga rasa khawatir apakah ASI cukup untuk bayi.
Dalam situasi ini, peran suami sangat krusial. Dukungan suami bukan hanya membantu istri secara fisik, tapi juga menjaga kesehatan mentalnya agar tetap kuat mendampingi tumbuh kembang si kecil.
Awal-awal kelahiran memang jadi fase penuh adaptasi. Bayi masih belajar menyesuaikan jam tidurnya, sehingga sering terbangun di malam hari untuk menyusu. Akibatnya, Moms ikut kurang tidur, tubuh jadi terasa lelah, dan mood pun mudah naik-turun. Hal ini juga sangat mempengaruhi kualitas ASI.
Lalu, apa saja yang bisa dilakukan suami untuk mendampingi istri di masa menyusui? Berikut lima hal utama yang sangat bermanfaat.
1. Berikan Dukungan Emosional
Menyusui bukan hanya soal fisik, tapi juga mental. Banyak ibu yang merasa cemas, takut ASI kurang, atau lelah karena bayi sering terbangun malam. Suami bisa hadir dengan kalimat menenangkan seperti “Kamu hebat, terima kasih sudah berjuang untuk bayi kita.” Dukungan emosional sederhana ini bisa membuat istri merasa dihargai dan lebih percaya diri.
2. Bantu Pekerjaan Rumah Tangga
Ibu menyusui sering kekurangan waktu untuk istirahat. Jika masih harus mengurus rumah sendirian, kelelahan bisa bertambah. Suami bisa turun tangan dengan hal sederhana seperti mencuci piring, menyapu, atau menyiapkan makanan. Dengan begitu, istri punya waktu lebih banyak untuk fokus pada bayi dan pemulihan tubuh.
3. Dukung Pola Makan dan Istirahat Istri
Produksi ASI dipengaruhi oleh asupan gizi dan kondisi tubuh ibu. Suami bisa membantu dengan menyiapkan makanan bergizi, mengingatkan untuk minum cukup air, serta memberi kesempatan istri beristirahat sebentar. Bahkan, menemani istri makan bersama pun bisa menjadi bentuk perhatian yang menenangkan.
4. Ambil Peran Bergantian dalam Merawat Bayi
Meski menyusui hanya bisa dilakukan oleh ibu, bukan berarti semua urusan bayi harus ditangani istri. Suami bisa ikut mengganti popok, menidurkan bayi, atau menggendong si kecil setelah menyusu agar istri bisa sedikit beristirahat. Keterlibatan ini bukan hanya meringankan istri, tetapi juga mempererat ikatan ayah dengan bayi. Saat malam hari, jika bayi terjaga disini peran suami juga sangat diharapkan untuk bergantian dengan istri.
5. Cari Informasi dan Edukasi Bersama
Kadang istri merasa bingung dengan posisi menyusui, pelekatan bayi, atau masalah seperti puting lecet. Suami bisa membantu dengan ikut membaca buku, mengikuti kelas laktasi, atau mencari informasi dari sumber terpercaya. Bahkan, menemani istri konsultasi ke konselor laktasi bisa menjadi bentuk dukungan nyata yang membuatnya tidak merasa sendirian.
Masa menyusui adalah periode yang penuh tantangan sekaligus kebahagiaan bagi setiap keluarga. Istri berjuang memberikan nutrisi terbaik bagi buah hati, sementara suami punya peran penting untuk menjaga agar proses itu berjalan lebih ringan, nyaman, dan penuh cinta. Mulai dari membantu bangun malam, mendukung secara emosional, hingga mengambil alih pekerjaan rumah, semua itu adalah bentuk nyata bahwa perjalanan menyusui bukan hanya tanggung jawab seorang ibu, melainkan kerja sama orang tua.
Dengan adanya dukungan suami, istri tidak hanya merasa dimengerti, tapi juga lebih kuat secara fisik dan mental. Pada akhirnya, kolaborasi ini bukan sekadar membantu menyusui, melainkan membangun ikatan keluarga yang sehat, hangat, dan penuh kasih. Karena ketika seorang ibu merasa didukung, maka bayi pun tumbuh dalam lingkungan yang penuh cinta dan ketenangan.
Jadi, yuk para suami, jadilah partner sejati dalam perjalanan menyusui ini. Karena di balik ibu yang sukses menyusui, selalu ada suami yang setia mendukungnya.