Waspada! Ini Gejala Monkey Malaria yang Sering Tak Disadari
- Magnific.com
Parenting – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) membeberkan bahaya monkey malaria, karena dapat menular ke manusia melalui gigitan nyamuk yang membawa parasit dari monyet.
Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, dr. Inke Nadia, mengatakan, gejala malaria knowlesi pada dasarnya mirip dengan malaria secara umum, sehingga sering sulit dikenali sejak awal. Penderita biasanya mengalami demam harian, menggigil, berkeringat, sakit kepala, nyeri otot, lemas, mual, hingga muntah.
Selain itu, beberapa pasien juga dapat mengalami batuk ringan dan nyeri perut. Pada kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi berat dan mengancam jiwa.
“Karena gejalanya tidak khas, masyarakat sering terlambat menyadari. Padahal malaria knowlesi bisa berkembang cepat menjadi berat jika tidak segera ditangani,” ujar dr. Inke, secara daring di Jakarta, belum lama ini.
Ia mengatakan, anak-anak maupun orang dewasa sama-sama bisa terinfeksi malaria knowlesi. Namun, kasus lebih sering ditemukan pada orang dewasa karena lebih banyak bekerja di kawasan hutan dan perkebunan.
“Bukan berarti anak tidak bisa terkena. Di Medan kami juga pernah menerima pasien anak usia 4 tahun karena orang tuanya bekerja di kebun,” katanya.
Dia menjelaskan seseorang dari wilayah perkotaan juga tetap dapat tertular apabila melakukan aktivitas seperti hiking, ekspedisi, atau bekerja di kawasan hutan. Risiko penularan meningkat ketika seseorang berada di area yang menjadi habitat nyamuk pembawa parasit malaria.
Sementara itu, untuk wilayah Jawa, hingga kini belum ada laporan kasus malaria knowlesi. Salah satu penyebabnya karena faktor habitat nyamuk dan monyet pembawa parasit tersebut belum ditemukan seperti di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
IDAI juga mengingatkan, angka resmi kasus malaria knowlesi kemungkinan masih lebih rendah dibanding kondisi sebenarnya. Hal itu disebabkan banyak kasus yang masih tercatat sebagai malaria biasa akibat keterbatasan pemeriksaan laboratorium.
Menurut dr. Inke, kemunculan penyakit zoonotik seperti monkey malaria menjadi pengingat bahwa kerusakan lingkungan dapat berdampak langsung terhadap kesehatan manusia. Deforestasi dan alih fungsi lahan dinilai membuat risiko perpindahan penyakit dari satwa ke manusia semakin besar.