Waspada! Ini Gejala Monkey Malaria yang Sering Tak Disadari

Monkey Malaria
Sumber :
  • Magnific.com

“Malaria knowlesi adalah salah satu contoh bagaimana perubahan lingkungan meningkatkan risiko penyakit zoonotik. Karena itu menjaga kesehatan manusia juga harus disertai menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.

Mudik dan Liburan Sehat Bersama Anak: Vaksinasi dan Keselamatan Berkendara Jadi Prioritas Utama

Dia menambahkan pengendalian malaria knowlesi membutuhkan kerja sama lintas sektor mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah, peneliti, hingga masyarakat. Pemeriksaan dini dan pengawasan wilayah berisiko dinilai penting untuk mencegah kasus berat dan kematian.

IDAI mengingatkan, monkey malaria tidak boleh dianggap sebagai penyakit ringan karena infeksi dapat berkembang cepat dan menyerang berbagai organ tubuh. Risiko komplikasi juga lebih besar apabila pasien terlambat mendapatkan diagnosis dan pengobatan.

Kanker Ginjal Bisa Menyerang Anak, IDAI Ingatkan Orang Tua Deteksi Dini

Berikut tanda bahaya monkey malaria yang perlu diwaspadai:

  • Trombosit Turun Cepat Penderita dapat mengalami penurunan trombosit dalam waktu singkat sehingga tubuh mudah memar atau mengalami perdarahan. Kondisi ini menjadi salah satu tanda infeksi mulai berkembang lebih serius.
  • Gangguan pernapasan Pada kasus berat, pasien dapat mengalami napas cepat hingga sesak akibat gangguan paru atau acute respiratory distress syndrome (ARDS). Kondisi ini dapat membahayakan nyawa jika tidak segera ditangani.
  • Risiko Gagal Ginjal Monkey malaria dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal yang ditandai air kencing sedikit atau berwarna pekat. Hal ini menunjukkan organ tubuh mulai terdampak oleh infeksi parasit.
  • Gangguan Fungsi Hati Sebagian pasien mengalami mata dan kulit menguning akibat gangguan hati. Gejala tersebut perlu diwaspadai karena menandakan infeksi mulai memengaruhi banyak organ tubuh.
  • Penurunan Kesadaran Hingga Syok, pada tahap berat pasien dapat mengalami penurunan kesadaran, tubuh sangat lemas, hingga syok. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis darurat agar tidak berujung fatal.
Campak Masih Mengintai! Jangan Tunggu Anak Demam 10 Hari, Lengkapi Imunisasinya Sekarang

Gejalanya monkey malaria yang mirip malaria biasa sering membuat banyak orang terlambat menyadari, padahal infeksi ini dapat berkembang cepat dan berisiko fatal. Karena itu, penting bagi orang tua untuk lebih waspada, terutama jika anak atau keluarga memiliki aktivitas di area hutan atau daerah berisiko.

Deteksi dini, penanganan cepat, serta menjaga lingkungan tetap lestari menjadi kunci utama untuk mencegah penyebaran penyakit ini dan melindungi kesehatan keluarga.