Kim Seon Ho Comeback Lewat “Can This Love Be Translated?”, Romansa Manis Penuh Makna
- Instagram @seonho__kim
Parenting – Setelah cukup lama dinantikan para penggemar, Kim Seon Ho akhirnya kembali menyapa layar kaca lewat drama terbarunya berjudul “Can This Love Be Translated?” yang resmi tayang sejak Jumat, 16 Januari 2026. Comeback ini langsung menarik perhatian publik, bukan hanya karena kembalinya Kim Seon Ho ke dunia akting, tetapi juga karena premis cerita yang unik, manis, dan sarat emosi.
Drama ini menawarkan kisah cinta yang tumbuh dari perbedaan sudut pandang, komunikasi, dan bahasa. Sesuatu yang terasa dekat dengan kehidupan nyata.
Peran Baru Kim Seon Ho sebagai Penerjemah Jenius
Dalam drama ini, Kim Seon Ho memerankan Joo Hoo Jin, seorang penerjemah profesional yang menguasai beberapa bahasa. Karakternya digambarkan cerdas, tenang, dan penuh empati. Sosok yang terbiasa menjadi jembatan komunikasi bagi orang lain, namun justru kesulitan menerjemahkan perasaannya sendiri.
Kehidupan Joo Hoo Jin mulai berubah saat ia ditunjuk menjadi penerjemah pribadi untuk seorang bintang top populer, Cha Moo Hee, yang diperankan oleh Go Yoon Jung.
Cha Moo Hee: Bintang Top dengan Dunia yang Berbeda
Cha Moo Hee adalah selebriti papan atas yang hidup di bawah sorotan publik. Popularitas, jadwal padat, dan tuntutan industri hiburan membentuk cara pandangnya terhadap cinta dan hubungan. Berbeda dengan Joo Hoo Jin yang melihat cinta sebagai proses yang tenang dan penuh makna, Moo Hee justru terbiasa menjaga jarak demi melindungi dirinya.
Perbedaan perspektif inilah yang menjadi sumber berbagai kesalahpahaman di antara keduanya. Percakapan yang seharusnya sederhana sering kali berubah menjadi canggung, bahkan menimbulkan jarak emosional.
Seiring berjalannya waktu, hubungan profesional antara Joo Hoo Jin dan Cha Moo Hee perlahan berubah. Percakapan mereka mulai terasa lebih ringan, jujur, dan menyenangkan. Dari dialog-dialog sederhana, tumbuh momen penuh pengertian yang membuat keduanya belajar melihat cinta dari sudut pandang yang berbeda.
“Can This Love Be Translated?” tidak hanya menampilkan kisah romansa, tetapi juga mengajak penonton merenungkan satu pertanyaan penting, apakah cinta selalu bisa diterjemahkan dengan kata-kata, atau justru dipahami lewat kehadiran dan empati?