Jangan Anggap Sepele, Teh Bisa Picu Anemia pada Anak
- Freepik.com
Parenting – Sebagai orang tua, kadang kmerasa sudah memberikan yang terbaik untuk anak. Makan cukup, camilan terkontrol, minum pun rasanya aman. Teh hangat atau teh manis sering kali dianggap minuman biasa yang “nggak masalah” diberikan ke anak. Apalagi kalau di rumah orang dewasa rutin minum teh setiap hari. Anak tinggal ikut-ikutan.
Dalam keseharian, teh sering diposisikan seperti air putih yang biasa diminum pagi untuk menghangatkan, siang hari dijadikan es teh, atau sore hari untuk jajanan anak. Bahkan tak jarang diberikan dalam botol minum anak sebagai bekal sekolah. Padahal, teh bukan minuman yang mengandung zat gizi penting untuk tumbuh kembang.
“Air teh itu minuman, tapi bukan minuman yang punya nilai gizi yang dibutuhkan anak,” jelas dr. Ardi Santoso. Artinya, berbeda dengan susu yang mengandung protein dan kalsium, atau air putih yang memang dibutuhkan tubuh untuk hidrasi optimal, teh tidak memberikan manfaat nutrisi spesifik untuk anak. Atau jus buah yang memenuhi kebutuhan vitamin C untuk anak.
Yang sering luput dari perhatian orang tua adalah kandungan tanin dalam teh. Tanin merupakan senyawa alami yang bisa mengikat zat besi di dalam saluran cerna, sehingga penyerapannya menjadi terganggu.
Padahal, zat besi adalah salah satu mikronutrien penting untuk anak. Zat ini berperan dalam pembentukan sel darah merah dan mendukung perkembangan otak.
“Teh mengandung tanin yang dapat menghambat penyerapan mikronutrien, terutama zat besi. Kalau dikonsumsi terus-menerus, risiko anemia defisiensi zat besi bisa meningkat,” terang dr. Ardi.
Anemia defisiensi zat besi pada anak bukan hal sepele. Gejalanya bisa berupa anak tampak pucat, mudah lelah, kurang fokus, hingga performa belajar yang menurun. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga bisa berdampak pada tumbuh kembang dan daya tahan tubuh.
Ilustrasi Es teh Manis
- Freepik.com
Kebiasaan Kecil yang Bisa Berdampak Besar
Sering kali, anak minum teh bukan karena butuh, tapi karena terbiasa. Melihat orang tua minum teh, lalu ikut minta. Lama-lama jadi rutinitas dan sebuah kebiasaan. Bahkan ada yang merasa belum makan kalau belum minum teh.