Cara Mudah Mengasah Skill Berpikir Anak: Gak Ribet, Begini Caranya

Ilustrasi keluarga mengobrol
Sumber :
  • Freepik.com

Parenting – Banyak orang tua senang saat anaknya selalu menjawab “terserah” karena dianggap penurut. Padahal, jawaban “terserah” bisa jadi tanda anak enggan atau malas berpikir atau bisa jadi takut pendapatnya ditolak.

Stop Menghakimi! Ini Cara Bikin Anak Nyaman Curhat ke Orangtua

Mengasah kemampuan berpikir anak sejak dini itu penting sekali, bukan hanya untuk perkembangan kognitif, tetapi juga emosionalnya. Kabar baiknya, mengasah skill berpikir anak itu gampang kok, dan bisa dimulai dari aktivitas sederhana sehari-hari seperti ngobrol.

Kenapa Mengasah Kemampuan Berpikir Anak Itu Penting

Teknik Stimulasi Oromotor yang Aman Dilakukan di Rumah

Menurut American Psychological Association (APA), kemampuan berpikir kritis dan pengambilan keputusan sejak kecil akan membantu anak menghadapi tekanan sosial, akademik, dan emosional di masa depan. Psikolog perkembangan anak, Dr. Elizabeth Hartley, menyebutkan bahwa anak yang terbiasa berpikir kritis cenderung lebih percaya diri, mudah beradaptasi, dan memiliki keterampilan problem solving yang baik.

Bahaya Jika Anak Terlalu Sering Menjawab “Terserah”

Dorong Kemampuan Bicara dan Makan pada Anak Dengan Stimulasi Oromotor

  1.   Enggan Mengemukakan Pendapat: Anak mungkin takut ditolak atau merasa tidak dianggap.

  2.   Kurang Terlatih Berpikir Mandiri: Anak jadi jarang mengolah informasi atau mencari solusi.

  3.   Rendah Percaya Diri: Terlalu sering ditekan membuat anak menganggap pendapatnya tidak penting.

Menurut Abah Ihsan, pegiat parenting di Indonesia, ngobrol dengan anak bukan sekadar orang tua yang bicara, anak mendengarkan. Yang ideal adalah orang tua bicara dan anak merespons aktif. Jika anak hanya diam, itu bukan ngobrol, tapi ta’lim (searah).

Cara Mengasah Skill Berpikir Anak

1. Ngobrol Sambil Melatih Berpikir Kritis

Ajak anak bicara tentang topik yang mereka sukai atau sedang hangat dibicarakan, seperti film, buku, atau peristiwa terbaru. Tanyakan pendapatnya lalu minta alasannya. Misalnya, “Menurut kamu film itu bagus gak? Kenapa?” atau “Kalau kamu jadi presiden, apa yang akan kamu lakukan?” Tips dari psikolog moms bisa mebuat pertanyaan terbuka memancing anak berpikir lebih dalam dan mengembangkan daya nalar.

2. Selalu Tanyakan Alasan di Balik Jawaban

Saat anak menjawab, moms and dads bisa tanyakan “kenapa?” untuk melatih mereka memberi argumen. Pastikan anak dalam kondisi mood baik agar lebih terbuka.

Halaman Selanjutnya
img_title