Teknik Stimulasi Oromotor yang Aman Dilakukan di Rumah

Ilustrasi Anak Menggigit Sendok
Sumber :
  • Freepik.com

Parenting – Stimulasi oromotor bertujuan untuk melatih kekuatan, koordinasi, dan sensitivitas otot mulut, sehingga mendukung kemampuan bicara dan makan anak. Ada berbagai teknik stimulasi oromotor yang dapat dipraktikkan di rumah dengan pengawasan orang tua atau melalui bimbingan terapis wicara. Beberapa contoh yang dapat dicoba, seperti yang kutip dari laman alodokter.com, yaitu:

Anak Demam Jangan Asal Kasih Obat! Ini 5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Tua

1. Melatih gerakan bibir

Latihan gerakan bibir dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana, seperti meniup balon, meniup lilin, atau meniup udara dari mulut secara perlahan.

Banyak yang Keliru! Stunting Bukan Sekadar Anak Pendek, Ini Tanda Awalnya Menurut Dokter

Selain itu, Moms juga bisa mengajak anak bermain ekspresi wajah, misalnya tersenyum lebar, mengerucutkan bibir seperti hendak mencium, atau menggembungkan pipi lalu melepaskannya kembali.

Rangkaian gerakan ini membantu memperkuat otot-otot bibir sekaligus melatih koordinasi dan kontrol geraknya. Kemampuan tersebut sangat penting dalam proses pengucapan kata, karena bibir berperan besar dalam menghasilkan bunyi yang jelas dan terarah.

Nikita Willy Pilih Outfit Nyaman untuk Issa, Dukung Si Kecil Aktif Bermain dan Bereksplorasi

2. Bermain sedotan

Menggunakan sedotan dapat menjadi bentuk stimulasi oromotor yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi anak. Moms bisa mengajak anak minum air dengan sedotan kecil, meniup gelembung sabun, atau memindahkan potongan kertas ringan dengan cara meniup melalui sedotan.

Aktivitas ini membantu melatih kekuatan isapan dan tiupan, sehingga otot bibir dan area sekitar mulut menjadi lebih kuat dan terkontrol. Selain itu, bermain sedotan juga merangsang koordinasi antara pernapasan dan gerakan mulut yang penting untuk mendukung kemampuan bicara serta makan secara optimal.

3. Mengunyah makanan bertekstur berbeda

Memberikan variasi tekstur makanan dapat membantu anak belajar menggigit, mengunyah, dan menelan dengan lebih terampil. Moms bisa memulainya dari makanan bertekstur lembut, seperti puding atau pisang matang, lalu secara bertahap memperkenalkan tekstur yang lebih padat, misalnya biskuit bayi atau potongan sayuran rebus yang lunak.

Paparan terhadap berbagai tingkat tekstur ini membantu memperkuat otot rahang sekaligus melatih koordinasi gerakan mengunyah dan menelan. Dengan latihan yang dilakukan secara bertahap dan sesuai usia, anak dapat mengembangkan kemampuan makan yang lebih baik, aman, dan mendukung tumbuh kembangnya secara optimal.

4. Memijat area sekitar mulut, pipi, dan dagu

Halaman Selanjutnya
img_title