Lebih Menular dari COVID-19, IDAI Ingatkan Pentingnya Imunisasi Campak pada Anak

Ilustrasi Vaksin Anak, Imunisasi
Sumber :
  • Pixabay

Parenting – Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso, mengingatkan pentingnya imunisasi pada anak. Terutama untuk penyakit menular seperti campak atau Measles Rubella (MR).

Vaksinasi Campak Aman dan Penting: Meluruskan Hoaks yang Meresahkan Orang Tua

Pasalnya, campak merupakan penyakit virus akut yang sangat menular. Penularannya bisa melalui droplet seperti COVID-19 dan kontak langsung. Menurutnya, cakupan imunisasi untuk penyakit menular haruslah tinggi, supaya ada dampak untuk herd immunity atau kekebalan komunitas.

 

Kenali Penyebab dan Gejala Campak yang Kini Berstatus Kejadian Luar Biasa di Sumenep

"Jadi cakupan imunisasi campak, sekarang Measles Rubella ya, itu harus di atas 95 persen. Untuk timbulnya Kejadian Luar Biasa (KLB) nggak harus turun 0 persen, turun 60 persen itu sudah timbul KLB di mana-mana, karena penyakit ini sangat menular," ujar dr Piprim, dalam Seminar KLB Campak pada Anak dan Update Rekomendasi Vaksinasi IDAI, Rabu (27/8/2025).

 

Kenali Komplikasi Bayi Prematur yang Bisa Terjadi

Sehingga, lanjutnya, KLB ini bisa diatasi dengan mengedukasi, memotivasi kembali masyarakat yang galau dengan imunisasi. IDAI juga berharap pemerintah tidak melupakan upaya promotif preventif terkait hal ini.

 

Sementara itu, Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik IDAI, dr Edi Hartoyo, menyebut, anak yang terkena campak sebaiknya dilakukan isolasi hingga demamnya turun dan ruam yang sebelumnya merah menjadi hitam. Sebab risiko penularannya tinggi, bahkan lebih dari COVID-19.

 

"Risiko penularannya sangat tinggi, lebih dari COVID-19. COVID-19, R0 namanya, ada istilah resiko penularan R0 itu. Nah, kalau COVID 8-10, kalau campak itu 12-18," terangnya.

 

Artinya, jika ada 1 anak terkena campak, maka ada risiko dia bisa menularkan ke 12-18 anak. Sementara COVID tidak setinggi itu.

 

"Jadi kesimpulannya adalah campak merupakan infeksi virus akut yang sangat menular, tadi R0 nya 12-18, melebihi COVID-19," tuturnya.

 

Penyakit ini dapat dicegah dengan cara imunisasi. Bahkan, keberhasilan imunisasi terkait penyakit campak sebetulnya sangat tinggi.

 

"Yang jadi kendala adalah di beberapa daerah atau beberapa masyarakat tidak mengetahui bahaya penyakit tersebut. Sehingga tidak melakukan imunisasi. Ini tugas kita semua untuk menyadarkan masyarakat pentingnya imunisasi MR,” tutupnya.