Niatnya Sayang, Tapi Kok Jadi People Pleasing ke Anak?

Ilustrasi anak manja
Sumber :
  • Freepik.com

Parenting – People pleasing pada orang tua dapat membuat anak sulit mengatur emosi dan kurang mandiri. Kenali dampaknya dan cara membangun batas sehat dalam pengasuhan.

Gak Semua Orang Suka Anak Kita, dan Itu Nggak Apa-Apa: Reminder Hangat untuk Para Moms

People Pleasing yang Berpindah, Dari Orang Tua ke Anak

“Yang penting anaknya bahagia” sering jadi prinsip banyak orang tua modern. Masalahnya, kalau semua keinginan anak dituruti, orang tua lambat laun bisa bergeser dari pengasuh menjadi “penyenang”.

Immature Parent: Ketika Orang Tua Belum Sembuh dari Luka Masa Lalu, Anak yang Jadi Korban

Contohnya:

  • Anak mau mainan, langsung dibelikan.
  • Anak nangis, langsung dituruti.
  • Anak nggak mau disuruh berhenti main, malah orang tua mengalah.
Cukup 20 Menit Sehari! Inilah Kekuatan Musik dan Aktivitas Sederhana untuk Perkuat Ikatan Keluarga

Lama-lama, tanpa sadar orang tua selalu berusaha menghindari konflik kecil dengan anak, padahal konflik sehat justru bagian dari proses tumbuh kembang.

Dampak pada Anak Menurut Psikologi Perkembangan

Dilansir dari Segrin, C., Woszidlo, A., Givertz, M., & Montgomery, N. (2013). Overparenting is associated with child problems and a lower quality parent–child relationship. Journal of Child and Family Studies, kebiasaan orang tua yang terus-menerus menuruti anak dapat membentuk pola perilaku sebagai berikut:

a. Sulit Mengatur Emosi

Karena anak jarang merasakan “ditolak”, ketika ia akhirnya menghadapi batasan (di rumah orang lain, di sekolah, di dunia nyata), ia bingung harus bagaimana. Frustrasi muncul lebih cepat.

b. Gampang Frustasi kalau Tidak Dapat yang Diinginkan

Anak jadi tidak terbiasa menunggu, menunda kesenangan, atau menghadapi rasa kecewa. Padahal kemampuan menunda keinginan (delayed gratification) adalah salah satu fondasi penting kecerdasan emosional.

c. Pola Pikir “Semua Keinginanku Harus Dipenuhi”

Ini yang bahaya. Anak bisa menyimpulkan bahwa dunia memang berputar untuk dirinya. Jika terbawa sampai remaja atau dewasa, ia bisa tumbuh menjadi pribadi entitled, merasa semuanya harus mengikuti keinginannya.

Dampaknya untuk Orang Tua: Emosional Lelah Tanpa Sadar

Tidak hanya anak yang terdampak. Orang tua juga terbawa arus. Riset menunjukkan bahwa orang tua yang terlalu overinvolved atau terlalu ikut campur (overparenting) sering mengalami stres lebih tinggi, kesulitan mengambil keputusan, merasa gagal ketika anak sedih dan merasa harus selalu membuat anak bahagia.

Halaman Selanjutnya
img_title