Diare saat Puasa? Berikut Cara Mengatasinya

Ilustrasi sakit perut
Sumber :
  • Freepik.com

Parenting – Diare yang muncul saat puasa memang bisa membuat tubuh lebih lemas dan perut mulas. Bahkan, kondisi ini bisa memaksa Anda untuk membatalkan puasa karena dehidrasi. Cara mengatasi diare saat puasa penting diketahui agar Anda tetap bisa menjalankan ibadah dengan nyaman. 

Moms, Suka Semprot Parfum di Leher? Hati-Hati Paparan Bahan Kimia dalam Jangka Panjang

Saat berpuasa, tubuh tidak mendapat asupan cairan selama belasan jam. Padahal, diare membuat tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit. Akibatnya, risiko lemas, pusing, bahkan kekurangan cairan bisa meningkat. Kondisi ini bisa terjadi karena makanan kurang higienis, terlalu pedas atau berminyak, maupun perubahan pola makan yang mendadak saat sahur dan berbuka.

Mengatasi Diare Saat Puasa

Kulit Kering dan Gatal, Hati-Hati Tanda Dermatitis Atopik, Ini Tips Cara Merawatnya

Banyak orang bertanya, apakah satu-satunya cara mengatasi diare saat puasa adalah dengan langsung berbuka? Jawabannya tidak selalu, ya. Selama gejalanya ringan dan tubuh masih terasa cukup kuat, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan berikut ini, seperti yang dikutip dari alodokter.com:

1. Segera berbuka jika muncul tanda bahaya

Konsumsi Secara Optimal, Kenali Beberapa Hal Seputar Jus

Jika diare terjadi berulang kali dan merasa sangat lemas, pusing berat, jantung berdebar, atau hampir pingsan, sebaiknya segera batalkan puasa. Apalagi bila muncul tanda dehidrasi, seperti mulut sangat kering, jarang buang air kecil, urine sangat pekat, atau mata tampak cekung.

Selain itu, Anda juga perlu segera berbuka dan mencari pertolongan medis bila diare disertai demam tinggi, muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, atau terdapat darah pada tinja. Dalam kondisi seperti ini, menjaga keselamatan tubuh tentu lebih utama daripada memaksakan diri untuk tetap berpuasa.

2. Penuhi cairan dengan cukup saat berbuka dan sahur

Jika kondisi Anda masih ringan dan memilih melanjutkan puasa, pastikan kebutuhan cairan benar-benar terpenuhi saat berbuka hingga sahur. Minumlah air putih secara bertahap hingga total sekitar 8–12 gelas dalam semalam.

Agar lebih optimal, Anda juga bisa mengonsumsi oralit setelah berbuka untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang. Minum sedikit demi sedikit supaya perut tidak kaget dan terasa lebih nyaman.

3. Pilih makanan yang ramah untuk pencernaan

Saat berbuka dan sahur, utamakan makanan yang lembut dan mudah dicerna, seperti bubur, nasi tim, kentang rebus, atau pisang. Jenis makanan ini membantu usus yang sedang sensitif agar tidak bekerja terlalu berat.

Halaman Selanjutnya
img_title