5 Hal yang Perlu Dilakukan Saat Terkena Gas Air Mata
- Pixabay/ Andrew Becks
Parenting – Gas air mata adalah senjata kimia berupa bubuk atau cair yang diubah menjadi kabut untuk menyebabkan iritasi sementara pada mata, saluran pernapasan, dan kulit, yang umumnya berfungsi untuk membubarkan kerumunan atau mengendalikan massa. Senyawa utama yang digunakan adalah CS (chlorobenzylidene malononitrile), dan efeknya meliputi mata perih, berair, sulit dibuka, sulit bernapas, batuk, dan iritasi kulit, yang biasanya mereda dalam waktu singkat setelah keluar dari area terpapar.
Efek samping dari gas ini bisa sangat mengganggu bahkan berbahaya bagi kesehatan mata.
Dikutip dari hellosehat.com, senyawa ini dirancang untuk mengurangi kemampuan seseorang dalam melihat dan bernapas dengan normal.
Jadi, ketika terjadi kerusuhan, maka mereka akan terpaksa mundur dari area yang terkena gas pengendali massa.
Berikut adalah efek atau bahaya gas air mata pada beberapa organ atau bagian tubuh.
· Mata: air mata berlebihan, sensasi terbakar, penglihatan kabur, kornea mata kemerahan.
· Hidung: hidung berair, terbakar, bengkak.
· Mulut: rasa terbakar, iritasi, kesulitan menelan, mengeluarkan air liur.
· Paru-paru: dada sesak, batuk, sensasi tersedak, napas mengi, sesak napas.
· Kulit: luka bakar, ruam.
Berikut 5 Hal yang Parents bisa lakukan, jika terkena gas air mata:
1. Segera jauhkan diri
Langkah paling utama dalam menjaga kesehatan mata agar terlindung dari efek samping senjata kimia pengendali massa ini adalah menjauh dari area paparan tersebut. Segera cari area yang memiliki udara segar dan jauhi asap atau uap dari senjata kimia pengendali massa ini. Carilah tempat aman untuk berlindung. Saat sedang mencari tempat berlindung, sebaiknya tutup rapat hidung dan mulut untuk meminimalkan gas yang terhirup. Bila sulit untuk mencari tempat yang tidak terpapar gas air mata, gunakan masker, kacamata pelindung, atau pelindung wajah untuk mengurangi jumlah gas yang terhirup.
2. Mencuci mata dengan air bersih
Setelah terpapar gas pengendali kerumunan, segera cuci mata dengan air bersih. Bila memungkinkan, cuci mata menggunakan air mengalir. Bila Anda menggunakan softlens, segera lepas dan buang softlens. Hindari menggunakan kembali softlens tersebut setelah terpapar, meski itu bukan lensa kontak sekali pakai. Jika Anda menggunakan kacamata, cucilah dengan sabun dan air sebelum memakainya kembali.