Anak Bertanya Perang? Berikut 8 Tips Menjelaskan Agar Tetap Nyaman dan Tenang

Ilustrasi Perang Dunia
Sumber :
  • Freepik.com

Parenting – Pemberitaan tentang konflik atau perang akhir-akhir ini membuat siapa pun merasa takut, sedih, marah, dan cemas. Termasuk anak-anak yang belum memahami situasi dunia saat ini. Bagi anak, orang tua adalah sumber informasi serta dapat memberikan rasa nyaman dan aman, terutama di masa krisis.

Anak Demam Jangan Asal Kasih Obat! Ini 5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Tua

Viva parenting  telah merangkum beberapa kiat orang tua dalam berbicara tentang konflik dan memberikan dukungan, serta rasa nyaman kepada anak, seperti yang dikutip dari www.unicef.org

1. Cari tahu informasi apa yang anak ketahui dan apa yang mereka rasakan

Banyak yang Keliru! Stunting Bukan Sekadar Anak Pendek, Ini Tanda Awalnya Menurut Dokter

Pilihlah waktu dan tempat yang tepat agar percakapan terasa natural dan anak merasa nyaman untuk menyampaikan pendapatnya. Misalnya, di waktu-waktu makan bersama sebagai keluarga. Cobalah untuk tidak membahas topik terkait konflik sebelum waktu tidur.

Untuk memulai, Moms dapat menanyakan terlebih dahulu kepada anak tentang informasi yang mereka ketahui dan apa yang mereka rasakan. Ada anak yang tidak terlalu tahu mengenai kejadian konflik dan tidak tertarik mengobrolkannya, tetapi mungkin ada pula yang menyimpan rasa cemas. Ketika berbicara dengan anak yang usianya lebih muda, Anda bisa memulai percakapan sambil menggambar, bercerita, atau melakukan kegiatan lain.

Nikita Willy Pilih Outfit Nyaman untuk Issa, Dukung Si Kecil Aktif Bermain dan Bereksplorasi

Anak juga dapat mendapatkan berita dengan banyak cara, sehingga Moms dan Dads perlu memantau informasi yang didengar atau dilihat oleh anak. Ini kesempatan bagi Moms dan Dads untuk menenangkan anak dan mungkin meluruskan informasi keliru yang didapatkan anak, baik secara daring, melalui televisi, dari sekolah, maupun dari teman-temannya.

Pastikan perasaan anak didengar dan sampaikan bahwa apa pun yang mereka rasakan, perasaan itu wajar. Tunjukkan bahwa Moms dan Dads mendengarkan anak dengan memberikan perhatian penuh dan ingatkan bahwa anak dapat berbicara kepada orang tuanya dan kepada orang dewasa lain yang mereka percaya kapan pun juga.

2. Tetap tenang dan gunakan bahasa sesuai usia anak

Anak berhak mengetahui situasi di dunia, tetapi orang dewasa bertanggung jawab menjaga anak agar tidak stres dan cemas. Orang tua paling mengenal anaknya. Gunakanlah bahasa yang mudah dipahami anak, amati reaksi mereka, dan upayakan lebih peka terhadap tingkat kecemasan anak.

Halaman Selanjutnya
img_title