5 Ciri Vagina Sehat yang Perlu Moms Ketahui
- Pixabay/ LJNovaScotia
· rasa nyeri,
· tekstur kasar, dan
· benjolan tinggi.
Kondisi tersebut menandakan lekukan pada vagina adalah kutil kelamin. Rasa sakit pada vagina bukan hal yang normal, bahkan setelah hubungan seksual. Jika seks yang teratur membuat Anda merasa nyeri, bicarakan dengan dokter.
4. Klitoris tidak terasa nyeri
Mengutip dari Boston University School of Medicine, umumnya klitoris yang tampak dari luar memiliki ukuran 0,5 cm – 1,3 cm. Namun, tidak perlu khawatir kalau ukuran klitoris Anda lebih besar dari angka tersebut. Pasalnya, ukuran klitoris tidak menjadi ciri-ciri dan tolak ukur vagina sehat dan normal. Ukuran klitoris masih bisa membesar saat jaringan ereksinya mendapat rangsangan. Bagian terluar klitoris juga bisa berukuran lebih kecil, bahkan tersembunyi.
Selain itu, klitoris pada beberapa wanita dapat memiliki lipatan kulit yang mengendur pada bagian atas. Memiliki klitoris tersembunyi tidak berarti Anda tidak memilikinya sama sekali, atau tidak dapat menimbulkan rangsangan. Semua hal ini adalah normal. Hal yang tidak normal adalah kalau area klitoris terasa nyeri atau perih. Ini bisa terjadi karena overstimulasi saat seks atau masturbasi atau penumpukan smegma (seperti bercak putih).
5. Warna kulit labia sama dengan kulit tubuh
Labia adalah bagian yang paling mudah terlihat dari vulva, yaitu kelopak penutup yang terbelah menjadi dua bagian pada mons pubis. Kelopak ini bernama labia majora atau sering disebut “bibir vagina”. Jika Anda membuka labia majora, akan terlihat kelopak yang lebih kecil di dalamnya, di kedua sisi bukaan vagina.
Ciri vagina sehat dan normal adalah warna kulit labia yang menyerupai warna kulit tubuh, lebih gelap, atau lebih terang. Beberapa labia bisa memiliki satu sisi yang lebih panjang dari sisi lainnya. Semua ini adalah berbagai variasi bentuk vagina normal. Kondisi vagina yang tidak normal adalah warna kulit labia yang berubah dan memiliki bercak putih. Kondisi ini bisa menjadi tanda penyakit lichen sclerosus yang umumnya terjadi pada wanita usia menopause.