Anak Lebih Pede Hadapi Ujian? Ini Peran Penting Orang Tua

Ilustrasi Ibu menemani anak belajar
Sumber :
  • Freepik.com

Parenting – Ujian akhir semester sering menjadi momen yang menegangkan, bukan hanya bagi anak, tetapi juga bagi orang tua. Di satu sisi, ujian menjadi tolok ukur pencapaian belajar anak, tetapi di sisi lain, tekanan berlebihan justru dapat menurunkan rasa percaya diri dan ketenangan anak. Peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak mempersiapkan ujian, bukan sekadar menuntut hasil, melainkan juga membangun kesiapan mental dan emosionalnya. Menurut para psikolog, anak yang merasa didukung dengan tepat akan lebih siap, tenang, dan percaya diri saat menghadapi ujian di sekolah.

Jangan Biarkan Remaja Berjuang Sendiri! Keluarga dan Sekolah Kunci Pencegahan Gangguan Mental

1. Bangun Suasana Aman, Bukan Tekanan

Psikolog anak menekankan bahwa suasana rumah yang penuh tuntutan dapat meningkatkan kecemasan anak. Hindari kalimat seperti, “Harus dapat nilai 100” atau “Kalau nilaimu jelek, mama kecewa.” Kalimat seperti ini membuat anak fokus pada rasa takut gagal, bukan pada proses belajar.

Anak Demam Jangan Asal Kasih Obat! Ini 5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Tua

Sebaliknya, bangun suasana aman dengan mengatakan, “Mama dan Papa percaya kamu sudah berusaha maksimal.” Anak yang merasa aman secara emosional akan lebih mudah berkonsentrasi dan tidak mudah panik saat ujian.

2. Buat Jadwal Belajar yang Realistis dan Fleksibel

Moms Wajib Tahu! Pakaian Dalam Dads Ternyata Berpengaruh pada Kenyamanan Beraktivitas

Mendampingi anak menyusun jadwal belajar sangat dianjurkan oleh psikolog. Libatkan anak dalam menentukan waktu belajar agar ia merasa memiliki kendali atas dirinya sendiri. Jangan memaksakan belajar berjam-jam tanpa jeda karena justru bisa membuat kelelahan mental.

Gunakan pola belajar singkat tapi rutin, misalnya 30–45 menit belajar diselingi istirahat. Dengan cara ini, anak tetap fokus tanpa merasa terbebani.

3. Fokus pada Proses, Bukan Hanya Nilai

Menurut psikologi perkembangan, anak yang terus-menerus diukur dari hasil akan mudah merasa cemas dan tidak percaya diri. Puji usaha anak, bukan hanya hasilnya.

Contoh pujian yang sehat:

“Kamu hebat, sudah mau belajar walaupun capek.”

“Usahamu luar biasa hari ini.”

Pujian seperti ini membangun growth mindset, yaitu keyakinan bahwa kemampuan bisa berkembang lewat usaha, bukan semata-mata bakat.

4. Ajarkan Teknik Mengelola Cemas

Rasa cemas menjelang ujian adalah hal yang wajar. Psikolog menyarankan orang tua mengajarkan teknik sederhana untuk menenangkan diri, seperti tarik napas dalam-dalam selama beberapa detik, menghitung 1–5 saat merasa panik dan mengajak anak membayangkan diri sukses mengerjakan soal dengan tenang. Latihan ini sangat membantu anak mengontrol emosi ketika rasa gugup muncul di ruang ujian.

Halaman Selanjutnya
img_title